lauantai, 18. elokuu 2018

Garin Ingatkan PSTF Unej Harus Punya Ciri Khas

Sutradara kawakkan sekaligus juga budayawan Garin Nugroho memperingatkan supaya Program Studi Tv serta Film (PSTF) Kampus Jember (Unej) membuat kiblat. Hal seperti ini terpenting supaya Unej dapat bicara dalam kancah pertelevisian serta film di Tanah Air.

Waktu jadi pembicara dalam seminar bertopik “Peluang serta Rintangan Perfilman Indonesia Menjadi Industri Kreatif di Masa Digital serta dampak Kapitalisme Global” di Kampus Jember, tempo hari, Garin menjelaskan Unej, terutamanya PSTF Fakultas Sastra, mesti miliki keunikan beda dengan institusi lainnya yang juga konsentrasi pada pertelevisian serta film.

Baca juga: Jurusan di POLINELA

Di Indonesia banyak berdiri instansi pendidikan atau universitas yang jadi kawah candradimuka praktisi seni serta film. Sebutlah saja Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta serta Solo. Instansi ini miliki keunikan berlainan dengan Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

“IKJ mempunyai keunikan urban. Itu lumrah karena posisinya di Jakarta menjadi ibukota Indonesia, tempat golongan urban ada. Nah, saat ini Unej ingin menyesuaikan diri dimana? Itu begitu terpenting supaya bisa dibedakan dengan yang lainnya,” kata Garin dalam seminar yang di buka Dekan Fakultas Sastra Unej Dr Khairus Salikin, MED itu.

Menurut Garin, kiblat dapat dibuat dengan perlahan-lahan serta diraih lewat kepekaan atau daya sensivitas pada kejadian yang berlangsung di penduduk Jember serta sekelilingnya. Sutradara yang tengah mempersiapkan film semibiografi tentang tokoh gerakan nasional HOS Tjokroaminoto ini menyatakan, pergi dari kepekaan atas kejadian sosial penduduk di Jember, PSTF Unej akan miliki keunikan.

“Jember itu kan daerah pertemuan budaya Jawa serta Madura dengan histori perkebunan yang panjang. Itu bisa saja modal. Yang penting mesti diingat, di masa digital peluang berkreasi semakin terbuka lebar. Kesempatan mereka yang di Jakarta sama juga dengan yang di daerah, seandainya kreatif,” katanya.

Baca juga: Jurusan di POLSRI

Diluar itu, Garin menyampaikan, PSTF Unej miliki rintangan besar dikalahkan. Pertama, fakta jika desentralisasi politik belumlah dibarengi desentralisasi ekonomi membuat rotasi uang terlalu fokus di Jakarta. Ke-2, penduduk Indonesia telah terlatih dengan jenis program tv serta film yang Jakarta sentries hingga butuh dirubah dengan kreatifitas daerah. Ke-3, konsekuensi dari Jakarta sentries, kualitas sdm di bagian tv, serta film di daerah, memang masih tetap butuh ditingkatkan. “Maka butuh dibuat jaringan supaya PSTF Unej dapat bersinergi dengan beberapa pihak,” tuturnya.

Selesai memberi materi, Garin meluangkan berdiskusi bersama dengan komune praktisi seni serta film dari Fakultas Sastra Unej dan komune seni Jember dalam pekerjaan Komunitas Kemisan di halaman Fakultas Sastra Universitas Tegalboto.

tiistai, 14. elokuu 2018

Kompetisi Membangun Jembatan dan Gedung Digelar

Sekitar 10 finalis dari perguruan tingi negeri serta swasta (PTN serta PTS) se-Indonesia ikuti Pertandingan Jembatan Indonesia (KJI) serta Kompetesi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) tahun 2014 di aula DOME, Kampus Muhammadiyah Malang (UMM).

Pekerjaan KJI serta KBGI berjalan saat tiga hari mulai Jumat (21/11/2014)-Minggu (23/11/2014) siang.

PTN serta PTS yang masuk set final KJI serta KBGI tahun ini diantaranya dari Kampus Brawijaya (UB) Malang, Politeknik Negeri Malang (Polinema), ITS, Kampus Muhammadiyah Malang (UMM), Kampus Jendral Achmad Yani-Bandung, dan dari Univeritas Syiah Kuala Banda Aceh.

Baca juga: Jurusan di UBB

Rektor UMM Muhadjir Effendy terasa bangga, UMM dipilih menjadi tuan-rumah penyelenggara KJI serta KBGI tahun 2014. Moment seperti ini dinilai begitu berguna untuk mahasiswa. Mentalitas mahasiswa akan terbangun menjadi petarung yang sejati.

“Kompetisi seperti ini dapat tingkatkan kreatifitas mahasiswa di bagian bangunan sipil. Kita akan dapat berkompetisi dengan Negara lainnya, bila generasi muda bangsa ini mempunyai mental petarung sama dengan finalis sekarang ini,” tegasnya.

Ada pada acara pembukaan KJI serta KBGI diantaranya, Rektor serta Pembantu III, UB Malang. Rektor dari PTS di Malang bersama dengan beberapa dosennya.

Menurut Victoriana, KJI serta KBGI jadi arena berprestise di bagian tehnik sipil yang diadakan tahun an oleh Dirjen Dikti.

“Pilihan pada UMM bukan tanpa argumen. Oleh karenanya kami begitu berterima kasih pada UMM,mudah-mudahan dapat menggerakkan kampus-kampus swasta lainnya lebih yakin diri jadi tuan-rumah event-event semacam ini,” papar Victoria.

Dijelaskan, KJI serta KBGI ini adalah salah satunya Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) yang sarana permodalannya datang dari Ditlitabmas Kemenristek serta Dikti. Hal itudimaksudkan untuk memberi wadah pada mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu-ilmu yang didapat di bangku kuliah dalam bagian-bagian kreatif yang disukai.

Baca juga: Jurusan di UNILA

“Semoga semangat serta kreatifitas ini bisa melahirkan beberapa pakar jembatan, pakar bangunan serta ahli-ahli yang lain yang tentu saja begitu diperlukan negara ini,” tutur Victoriana.

Pembimbing Silas Papare Team dari Kampus Jendral Achmad Yani-Bandung, La Ode Azan Muzahab mengatakan, pekerjaan seperti ini adalah implementasi dari pengetahuan yang diserap dalam bangku kuliah untuk diwujudkan dalam bagian riil.

Diperlukan waktu satu bulan untuk menciptkan kontruksi jembatan yang mudah tetapi begitu kuat untuk meredam beban.

maanantai, 13. elokuu 2018

UMY Batalkan Status Diterima Calon Mahasiswa Pengguna Joki

Kampus Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) akan tindak tegas buat calon mahasiswa yang dapat dibuktikan memakai joki waktu seleksi masuk di universitas itu. Buat yang di terima akan dibatalkan atau digugurkan. Buat yang tidak di terima akan dimasukkan daftar hitam (black daftar).

Baca juga: Biaya Kuliah USN - Pendaftaran USN

Diluar itu joki yang ketahuan akan diserahkan pada pihak berwajib. Langkah ini dikerjakan sesudah panitia tangkap joki waktu seleksi penerimaan mahasiswa baru (PMB) Fakultas Kedokteran UMY, Jumat (3/8/2018) minggu kemarin.

Rektor UMY Gunaman Budiyanto menyampaikan pemberian sangsi ini bukan tanpa argumen. Aksi itu dinilai merugikan banyak pihak. Buat UMY, masalah ini akan mengganggu program pendidikan serta buat calon mahasiswa akan kehilangan peluang, terpenting anak pandai tetapi terhambat cost pendidikan.

"Jika pemakai joki ini lulus serta penuhi kuota mahasiswa, pola beasiswa menjadi tidak dapat kami kerjakan," tuturnya, Selasa (7/8/2108).

Kepala Biro Penerimaan Mahasiswa Baru (Penmaru) UMY Siti Dyah Handayani memberikan untuk menghadapi ada kemampuan kecurangan sebetulnya telah lakukan pengaman berlapis. Salah satunya dengan memakai finger print waktu proses penerimaan mahasiswa baru.

Baca juga: Biaya Kuliah UPR - Pendaftaran UPR

"Mulai pendaftaran, tes sampai kelak jadi mahasiswa untuk semua pekerjaan di universitas seperti mangkir kelas, pembayaran KRS serta yang lain mereka mesti memakai finger print yang sama dengan waktu pendaftaran," tuturnya.

torstai, 9. elokuu 2018

Sindo Goes To Campus Sambangi UMS

Sindo Goes To Campus menyambangi universitas Kampus Muhammadiyah Surakarta (UMS). Pada acara yang diselenggarakan di Auditorium Moh Djazman itu team Sindo Media memberi kursus tentang dunia jurnalistik pada mahasiswa UMS.

Baca juga: Biaya Kuliah IKJ - Pendaftaran IKJ

Acara yang bertopik Konvergensi Media di Masa Digital itu di isi oleh Wakil Pimpinan Redaksi KORAN SINDO Djaka Susila, Redaktur Pelaksana Hanna Farhana serta Pemimpin Redaksi SINDO TV Aprevyta Dyah Wulansari. Beberapa trick tentang dunia jurnalistik disebarkan oleh beberapa wartawan senior itu.

Mulai trick liputan bencana, terorisme, berolahraga dan trik-trik liputan lainnya dicontohkan pada beberapa mahasiswa yang ada. Diluar itu, beberapa mahasiswa juga dibawa untuk kenal tentang seluk beluk kabar berita di pertelevisian di Indonesia.

Pimpinan Redaksi KORAN SINDO Pung Purwanto mengharap, acara itu dapat digunakan oleh beberapa mahasiswa. Masalahnya yang akan datang dunia jurnalistik tidak cuma dikuasai oleh wartawan. Akan tetapi, kebanyakan orang dapat menulis serta dapat membuat reportase semestinya wartawan.

Baca juga: Biaya Kuliah ATMI - Pendaftaran ATMI

" Ke depan tidak cuma wartawan saja yang berkuasa, namun semua dapat menulis, " katanya di Solo, Kamis (11/12/2014).

keskiviikko, 8. elokuu 2018

KPK Periksa Enam PNS Usut Korupsi Alkes Udayana

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selalu memahami masalah pendapat korupsi dalam project alat kesehatan (alkes) Rumah Sakit Spesial untuk Pendidikan Penyakit Infeksi serta Pariwisata Kampus Udayana.

Baca juga: Jurusan di UNIMA

Untuk kebutuhan penyidikan, KPK mengecek enam pegawai negeri sipil (PNS), yaitu I Wayan Adnyana, Dewa K Wirawan Sudewa, Putu Eka Putrawan, Dewa Made A Sunjaya, Putu Rosa Martika serta Ketut Jaya Kusuma.

Mereka dicheck menjadi saksi untuk terduga Made Meregawa (MDM). " Mereka akan dicheck menjadi saksi untuk terduga MDM, " tutur Kepala Kepala Sisi Kabar berita serta Info KPK Priharsa Nugraha waktu dikonfirmasi, Senin (22/12/2014).

Ke enam PNS itu di ketahui adalah anggota panitia pada pengadaan alkes itu.

Tidak hanya ke enam PNS itu KPK juga menjadwalkan kontrol pada Marketing Dukungan PT Fasilitas Media Optindo, Yunita Rahelina Tobing yanh akan dicheck menjadi saksi dalam masalah itu.

Seperti di ketahui, Made Meregawa merupakan Kepala Biro Umum serta Keuangan sekaligus juga Petinggi Pembuat Prinsip dalam project itu.

KPK meduga ada permufakatan serta eksperimen dalam proses pengadaan alkes itu pada Made serta Marisi Matondang yang adalah Direktur PT Mahkota Negara.
Dalam masalah ini, negara disangka tidak untung sekira Rp7 miliar.

Baca juga: Jurusan di UNSRAT

Karena tindakannya, MDM serta MSD akan dijaring dengan Masalah 2 ayat 1 atau atau Masalah 3 Undang-undang (UU) Nomer 31 Tahun 1999 seperti dirubah dengan UU Nomer 20 tahun 2001 junto Masalah 55 ayat 1 KUHP.